Hal yang banyak akan diskusi yang tak kan pernah usai, hal tersebut ada karena rasa bangga dan perduli kita terhadap Indonesia, sebagai suatu negara yang banyak sekali ragam yang menarik tentangnya.Indonesia adalah negara yang amat luas dengan luasnya mencapai 1.919.440 km², luas Indonesia tersebut penuh dikelilingi oleh banyaknya kekayaan perairan yang amat luas, yang membuat Indonesia disebut dengan negara maritim. Indonesia juga sangat strategis, ditunjukan dengan tata letak Indnesia yang diapit oleh dua Benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan diapit pula dua Samudra (Samudra Pasiifik dan Samudra Hindia). Melihat letak Indonesia ituah banyak negara yang tergiur untuk berinvestasi dan singgah di Indonesia. Indonesia juga memiliki berbagai bahasa dan budaya yang beragam, hamir semua daerah yang ada di Indonesia memiliki ebih dari satu ragam bahasa dan ragam budaya yang bebeda. Namun bukan hanya itu saja yang menjadi kekayaan negara ini. Bangsa Indonesi juga merupakan suatu negara yang kaya dengan kekayaan alam dan tambangnya, dari mulai tambang batu bara, tambang minyak, hingga tambang Emas pun Indonesia juga punya.
Ketika kita berbicara tentang hal yang dipunya oleh bangsa ini betapa kita sangat bangganya, dengan kekayaan yang begitu melimpah dan berbagai hal yang bisa menjadikan bangsa Indonesia lebih megah dipandang. Bahkan bukan hanya kita saja yang bangga dengan bangsa Indonesia, hal tersebut juga dirasakan oleh bangsa lain yang memandang keindahan bangsa besar di asia tenggara ini. Betapa tidak meraka pun sesampainya mau untuk memelajari keragaman bangsa Indonesia, dan merekapun juga mau untuk tinggal dan memperkaya diri di Indonesia, kebanggaan mereka hingga membawa budaya dan ragam Indonesia untuk dibawa ke Negara mereka.
Ketika meihat fenomena di atas, lalu apa yang kita lakukan. Akankah kita hanya berbangga diri dengan yang dilakukan mereka, atau hanya melihat terlena terhadap hal tersebut hingga kita tidak tahu disaat mereka mencoba untuk mengambil ragam keindahan yang kita miiki dan dipelajari oleh mereka, atau bahkan kita mau untuk saling bertukar budaya yang mereka miliki. Banyak hal sebenarnya yang mengiyakan tentang bertukar budaya kita dengan bangsa lain walau hal tersebut seperti nampak, namun juga tidak nampak. Hal tersebut bisa kita katakan ketika kita membanggakan negara lain dan ketika kita mau untuk meakukan budaya yang mereka miliki dengan penuh rasa rela.
Waktu-kewaktu hal tersebut seakin terlihat dimulai dari genarasi yang diandalan untk menjaga ragam bangsa mereka memilihuntuk beajar dan meestarikan keragaman budaya bangsa lain yang kata mereka inilah jiwa kami tampa mau untuk menyelaraskan dengan ragam unik budaya yang mereka punya. Bukan hanya pada diri mereka saja hal tersebt mereka lakukan, namun mereka juga mencba untuk mencari rekan yang mau mengikuti apa yang ia banggakan. Hal tersebut begitu menjamur dan membuat mereka telihat semain banyak dan semakin meuas kmunitasnya di setiap hari.
Kalau kita mau berfikir dengan hal tersebut apakah hanya mereka saja yang kita salahkan, kalau sementara kita lihat pemerintah juga ikut membanggakan negara lain yang tidak ada tindakan khiusus kepada para pelaku penjaga keragaman Indonesia tersebut. Semua yang terjadi itu terkadang membuat para pelaku pelestari ragam untuk pergi dan beralih kepada yang memang bisa mendukung mereka sepenuhnya, atau mereka akan tetap untuk melestarikan ragam Indonesia dengan semampu dan seadanya yang mereka miliki.
Bukan hanya hal tersebut yang membuat mereka tampak tidak bangga terhadap bangsanya sendiri, namun juga dari apa yang dilakukan oleh para petinggi mereka yang membuat mereka mencela para pemmpin mereka sendiri yang tidak mau tegas terhadap bangsanya, ada pula yang mencela tentang kekayaan alam yang melimpah malah kalah, ada pula yang mencela budaya tercela telah banyak sela. Hal-hal demikianlah yang menjadikan mereka merasa jengkel dan acuh terhadap bangsa ini. Rasa bangga yang awalnya ada sekarang hanya menjadi sebuah dentuman belaka untuk bangsa.
Sebenarnya apa sih yang sedang dialami oleh bangsa kita ini ?, akankahh suatu penyakit, virus, atau memang sudah hancur bangsa ini dengan mulai berkurang satu-persatu kebanggaan masyarakatnya terhadap bangsanya sendiri, meskipun para penjaga bangga terhadap bangsa ini sudah berusaha secara maksimal, akankah hal tersebut hanya menjadi hal yang memang sia-sia untuk mereka lakukan.
Memangbayak hal yang menarik untuk kita bicara mengenai bangsa Indonesia, bangsa yang besar degan ragam alam, tambang, dan budaya yang dia miiki namun masih stagnan berjalan dengan tanpa arah baru, pemimpin yang baru diharapan mamu tapi belum ada arah tuju untuk kita dan kami melaju. Akankah benyak perbincangan yang akan semakin menyudutkan bangsa ini, akankah bertambah perbincangan yang melah membuat mereka tampak tidak mau berperan dengan bangsa ini, dan akanah semakin banyak yang bebicara tak au tahu dengan bangsa ini.
Salah kiranya kita pikir mereka hanya berbicara omong kosong dan tida bermakna untuk bangsa ini, karena apa yang mereka bicarakan adalah hal yang menandai bahwa mereka masihlah peduli dan perhatian terhadap bangsa ini, karena mereka hanya masih tahu untuk berbicara untk bangsa ini.
Sekarang bagaimana dengan diri kita yang hanya merengutkan wajah yang tak mau berfikir tentang bangsa kita. Kalau punn kita tahu sebenarnya kita sama-sama ingin seali mewujudkan rasa bangga kita terhadap bangsa kita ini dengan apa yang kita punya dan kita bisa. Namun terkadang hal tersebut terlihat seperti kita mencela, tapi kalau kita tahu itu perhatian kita untuk bangsa.
Semua ini adalah hal yang bisa kita jawab sendiri mengenai diri kita dan Indnesia kalau kita tahu kita lahir di bangsa ini namun memang belum pasti kita pun wafat disini. Maka demikian bila kita ingin merubah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik mari kita banggakan diri kita untuk bangsa ini dan mulai dari kita. Meski kita tahu betapa nikmat kita berbicara untuk bangsa ini, apalagi berbicara keragaman bangsa sekaligus ragam celaan untuk bangsa kita yang tak akan mudah untuk terputus. Jadi siapa penjaga ragam bangsa kita ini, nah jawabannya ada di diri kita.



