Minggu, 04 Januari 2015

Ketika Kita Berbicara Indonesia !

Ketika Kita Berbicara Indonesia !
Oleh : Ahmad Heri Nugroho
Hal yang banyak akan diskusi yang tak kan pernah usai, hal tersebut ada karena rasa bangga dan perduli kita terhadap Indonesia, sebagai suatu negara yang banyak sekali ragam yang menarik tentangnya.

Indonesia adalah negara yang amat luas dengan luasnya mencapai 1.919.440 km², luas Indonesia tersebut penuh dikelilingi oleh banyaknya kekayaan perairan yang amat luas, yang membuat Indonesia disebut dengan negara maritim. Indonesia juga sangat strategis, ditunjukan dengan tata letak Indnesia yang diapit oleh dua Benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan diapit pula dua Samudra (Samudra Pasiifik dan Samudra Hindia). Melihat letak Indonesia ituah banyak negara yang tergiur untuk berinvestasi dan singgah di Indonesia. Indonesia juga memiliki berbagai bahasa dan budaya yang beragam, hamir semua daerah yang ada di Indonesia memiliki ebih dari satu ragam bahasa dan ragam budaya yang bebeda. Namun bukan hanya itu saja yang menjadi kekayaan negara ini. Bangsa Indonesi juga merupakan suatu negara yang kaya dengan kekayaan alam dan tambangnya, dari mulai tambang batu bara, tambang minyak, hingga tambang Emas pun Indonesia juga punya.

Ketika kita berbicara tentang hal yang dipunya oleh bangsa ini betapa kita sangat bangganya, dengan kekayaan yang begitu melimpah dan berbagai hal yang bisa menjadikan bangsa Indonesia lebih megah dipandang. Bahkan bukan hanya kita saja yang bangga dengan bangsa Indonesia, hal tersebut juga dirasakan oleh bangsa lain yang memandang keindahan bangsa besar di asia tenggara ini. Betapa tidak meraka pun sesampainya mau untuk memelajari keragaman bangsa Indonesia, dan merekapun juga mau untuk tinggal dan memperkaya diri di Indonesia, kebanggaan mereka hingga membawa budaya dan ragam Indonesia untuk dibawa ke Negara mereka.

Ketika meihat fenomena di atas, lalu apa yang kita lakukan. Akankah kita hanya berbangga diri dengan yang dilakukan mereka, atau hanya melihat terlena terhadap hal tersebut hingga kita tidak tahu disaat mereka mencoba untuk mengambil ragam keindahan yang kita miiki dan dipelajari oleh mereka, atau bahkan kita mau untuk saling bertukar budaya yang mereka miliki. Banyak hal sebenarnya yang mengiyakan tentang bertukar budaya kita dengan bangsa lain walau hal tersebut seperti nampak, namun juga tidak nampak. Hal tersebut bisa kita katakan ketika kita membanggakan negara lain dan ketika kita mau untuk meakukan budaya yang mereka miliki dengan penuh rasa rela.

Waktu-kewaktu hal tersebut seakin terlihat dimulai dari genarasi yang diandalan untk menjaga ragam bangsa mereka memilihuntuk beajar dan meestarikan keragaman budaya bangsa lain yang kata mereka inilah jiwa kami tampa mau untuk menyelaraskan dengan ragam unik budaya yang mereka punya. Bukan hanya pada diri mereka saja hal tersebt mereka lakukan, namun mereka juga mencba untuk mencari rekan yang mau mengikuti apa yang ia banggakan. Hal tersebut begitu menjamur dan membuat mereka telihat semain banyak dan semakin meuas kmunitasnya di setiap hari.

Kalau kita mau berfikir dengan hal tersebut apakah hanya mereka saja yang kita salahkan, kalau sementara kita lihat pemerintah juga ikut membanggakan negara lain yang tidak ada tindakan khiusus kepada para pelaku penjaga keragaman Indonesia tersebut. Semua yang terjadi itu terkadang membuat para pelaku pelestari ragam untuk pergi dan beralih kepada yang memang bisa mendukung mereka sepenuhnya, atau mereka akan tetap untuk melestarikan ragam Indonesia dengan semampu dan seadanya yang mereka miliki.

Bukan hanya hal tersebut yang membuat mereka tampak tidak bangga terhadap bangsanya sendiri, namun juga dari apa yang dilakukan oleh para petinggi mereka yang membuat mereka mencela para pemmpin mereka sendiri yang tidak mau tegas terhadap bangsanya, ada pula yang mencela tentang kekayaan alam yang melimpah malah kalah, ada pula yang mencela budaya tercela telah banyak sela. Hal-hal demikianlah yang menjadikan mereka merasa jengkel dan acuh terhadap bangsa ini. Rasa bangga yang awalnya ada sekarang hanya menjadi sebuah dentuman belaka untuk bangsa.

Sebenarnya apa sih yang sedang dialami oleh bangsa kita ini ?, akankahh suatu penyakit, virus, atau memang sudah hancur bangsa ini dengan mulai berkurang satu-persatu kebanggaan masyarakatnya terhadap bangsanya sendiri, meskipun para penjaga bangga terhadap bangsa ini sudah berusaha secara maksimal, akankah hal tersebut hanya menjadi hal yang memang sia-sia untuk mereka lakukan.

Memangbayak hal yang menarik untuk kita bicara mengenai bangsa Indonesia, bangsa yang besar degan ragam alam, tambang, dan budaya yang dia miiki namun masih stagnan berjalan dengan tanpa arah baru, pemimpin yang baru diharapan mamu tapi belum ada arah tuju untuk kita dan kami melaju. Akankah benyak perbincangan yang akan semakin menyudutkan bangsa ini, akankah bertambah perbincangan yang melah membuat mereka tampak tidak mau berperan dengan bangsa ini, dan akanah semakin banyak yang bebicara tak au tahu dengan bangsa ini.

Salah kiranya kita pikir mereka hanya berbicara omong kosong dan tida bermakna untuk bangsa ini, karena apa yang mereka bicarakan adalah hal yang menandai bahwa mereka masihlah peduli dan perhatian terhadap bangsa ini, karena mereka hanya masih tahu untuk berbicara untk bangsa ini.

Sekarang bagaimana dengan diri kita yang hanya merengutkan wajah yang tak mau berfikir tentang bangsa kita. Kalau punn kita tahu sebenarnya kita sama-sama ingin seali mewujudkan rasa bangga kita terhadap bangsa kita ini dengan apa yang kita punya  dan kita bisa. Namun terkadang hal tersebut terlihat seperti kita mencela, tapi kalau kita tahu itu perhatian kita untuk bangsa.

Semua ini adalah hal yang bisa kita jawab sendiri mengenai diri kita dan Indnesia kalau kita tahu kita lahir di bangsa ini namun memang belum pasti kita pun wafat disini. Maka demikian bila kita ingin merubah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik mari kita banggakan diri kita untuk bangsa ini dan mulai dari kita. Meski kita tahu betapa nikmat kita berbicara untuk bangsa ini, apalagi berbicara keragaman bangsa sekaligus ragam celaan untuk bangsa kita yang tak akan mudah untuk terputus. Jadi siapa penjaga ragam bangsa kita ini, nah jawabannya ada di diri kita.

SENI KU KINI

SENI KU KINI

Kau cantik....
Yang membuat semua orang melirik
Dan menjadi tertarik

Kau indah.....
Kau lahir dengan penuh anugrah
Dari pancaran semua arah

Namun kini ku tak tahu
Kau ada distiap lampu
Dan tampil tanpa malu
Demi sesuap untuk parutmu

Kepana....?
Ini ada
Kenapa ini tercipta..

Meski tatkala kau ditarik orang
Kita yang akan melarang
Namun kini kau seakan terbuang
Oleh generasi sekarang

Akankah ini awal atau akhirmu
Akankah masa depan kan mengenalmu
Atau bahkan akan menyiakan dirimu
Hanya kerena sudah tak menghargaimu
Dan tak menganggapmu
Meski kau bertahan untuk terus melaju
Tanpa ragu dan rasa mau
Yang tertanam di jiwamu

Terimakasih kawan
Meski kau hanya ada di jalan
Tapi kau telah mencoba lestarikan
Karya bangsa yang sudah berjalan
Dan terus berjalan
Tanpa bimbang untuk berjuang
Demi masa yang akan datang

Teruuuuus semangat kawan
Berjuang yang benar untuk lestarikan
Bukan ke kedok untuk cari uang
Di jalan tanpa mempertanggung jawabkan
Apa yang kau lakukan

Masa yang akan datang menantimu
Dan melihatmu tetap tampil di panggungmu
Untuk melihat elok lekok tarianmu....
Karya : AHN


Kamis, 01 Januari 2015

Perubahan Baru, apa cuman merayu ?

Perubahan Baru, apa cuman merayu ?

Karya : Ahmad Heri Nugroho

Mencoba untuk berfikir kritis akan kejadian yang tampak dan nyata dalam suatu kehidupan sosial yang terjadi dalam ragam masyarakat. Menulis adalah hobbi yang di miliki dengan pemikiran idealinya.

Apa yang terfikir pada pemimpin saat ini, mereka mengatakan bahwa mereka akan membuat kita berjaya, hidup sejahtera, dan mereka bilang kalau kami datang untuk rakya. Namun semua itu tampak sebuah kata-kata yang sama diucapkan oleh Jepang saat mereka datang ke negara ini. Akankah hal tersebut yang dinilai oleh mereka dengan suatu perubahan baru, atau hanya rayuan saja yang mereka ucapkan.

Perubahan yang mereka inginkan adalah perubahan yang nampaknya hanya menguntungkan bagi mereka, tanpa melihat nasib orang yang berusaha untuk mendukung mereka, bahkan ada yang hampir menyembah mereka, namun nampaknya hal itu malah mmembuat mereka tampak sumringah untuk memperkaya diri. Inikah pemimpin masa kini yang menggemborkan kata-kata perubahan baru, namun hanya rayu.

Yang paling memperhatinkan hal tersebut bukan hanya dilakukan oleh para pemimpin yang ada di tingkat Nasional saja tapi digemborkan juga oleh para pemimpin dibawahnya. Hal yang paling mengenaskan kembali rayuan tersebut juga dilakukan oleh para pemimpin muda, bahkan mahsiswapun yang katanya orang paling idealis dengan kepimpinannya sekarang mulai tertular untuk melakukan gemboran perubahan tapi hanya rayuan.

Terus kalau mereka hanya melakukan geboran \perubahan tapi nyatanya mereka masih melakukan kebobrokan apakah mesti kita harus menuruti mereka ? Ketika memilih untuk menurutimerekan bagaimana nasib kita yang dulu telah memilih mereka ?, tapi bila kita berani mengeritik mereka, eh bodyguard mereka malah menangkap kita. Oh, bingung ya apa yang harus kita lakukan ?, kok nampaknya lebih kejam ya dari pada bakuhantam di arena penjajahan masa lalu.

Dengan adanya hal tersebut di atas terus yang salah itu siapa ? akankah mereka yang salah dengan rayuannya, ataukah kita yang salah karena kita termakan oleh rayuan perubahan yang mereka gemborkan. Semua ini ternyata juga merupakan suatu  intropeksi untuk diri kita, untuk menentukan pemimpin yang bukan hanya menggemborkan perubahan yang hanya rayuan. Namun kita harus cerdas untuk memilih seorang yang memang akan membawa kita menuju suatu perubahan nyata yang benar mereka lakukan dengan penuh kesadaran, bukan berkata dalam alam non kesadarannya.

Tapi memang membingungkan kawan, kita disuruh untuk kita cerdas, namun pemimpin sekarang pada berlomba-lomba terjangkit virus rayuan perubahan. Terus bagaimana kita harus mencerdaskan diri kita untuk memilih pemimpin yang semuanya terjangkit virus tersebut, layaknya seorang hidung belang harus cerdas memilih pasangan ranjangnya, namun pilihanya terkena HIV semua. Semuanya membuat kita tampak akan memakan buah qoldi yang kita makan akan jadi racun, kalau tidak kita makan malah membuat kita ngiler. Seperti halnya, kalau kita golput dikatain kalau kita gak demokrasi, tapi kita milih, milih orang yang bawa kita keperuhan eh hanya rayuan, tapi ketika kita jadi golongan hitam (pemilih yang suaranya tidak sah) seperti hanya menghamburkan uang untuk pemilu tersebut, padahal uang itu dari pembayaran pajak kita juga. Wah, semuanya nampaknya menjadi hal yang membingungkan ya.

Nah, dari beberapa pernyataan diatas, yang mana dong yang harus kita pilih ?, untuk mendapatkan lebel pemilih yang cerdas. Semua itu ada digenerasi dan pendidik generasi kedepan kawan yang memang harus dididik bukan pintar gembor rayuan, tapi cerdas dalam menyikapi rayuan sehingga perubahan itu nyata.

Bagaimana bisa kawan, kalau mereka sekarang aja kurang diberi waktu untuk menyikapi hal tersebut, malah sekarang mereka banyak waktu dihabisakan untuk mengerjakan masalah akademik dari pendidik, tak ada waktu untuk mereka merasakan masa mereka untuk bersosialisasi dan belajar secara praktis menjadi seorang pemimpin yang diarahkan. Apakah menjadi seorang pemimpin yang bisa bertidak nyata tersebut hanya perlu cerdas akademik saja ?. Kalau tidak, mengapa para pendidik sekarang banyak membebani mereka dengan akademik mulai dari dini, dan memberikan mereka sedikit waktu untuk berlatih menjadi pemimpin yang terdidik cerdas.

Apakah sudah habis ya pemimpin kita yang benar-benar berjuang untuk perubahan sesungguhnya buat kita, bukan berjuang untuk mereka berubah menjadi penjajah kita. Hal tersebut memang sangat berat untuk kita fikirkan solusinya. Karena solusinya pasti akan ada bantahan lain, karena semua ini adalah virus yang berkembangkan dan hanya bisa diredakan dan sulit untuk dimusnahkan.

Namun kalau kita pahami, kata sulit berarti bukan kata yang mutlak untuk tidak bisa membasmi virus tersebut. Kita masih mempunyai waktu untuk kita melakukan suatu perubahan nyata untuk masa depan kita, supaya musnah semua pamimpin penyempah perubahan untuk perubahan tersebut. Semua itu ada dari mulai diri kita, kitalah yang harus memutus raintai tersebut denga awali diri kita untuk intropeksi diri akan kita salah satu dari mereka, akankah kita akan mendekati mereka atau kitalah yang medorong untuk menjadi seperti mereka. Setelah kita tahu tentang diri kita maka kita akan tahu bagaimana solusi untuk kita keluar dan menjauh dari golongan mereka, maka kita atau generasi binaan kitalah yang mampu untuk merubah tanpa berubah, menjadi pendobrak perubahan baru tanpa rayu. Mari kita berusaha demi pemimpin kita yang bisa menjadi seorang wakil pilihan sungguhan, bukan pemimpin yang akan menjajah kita sungguhan.

Rabu, 31 Desember 2014

Download all MPI TIK BK 2014

Pengertian TIK dan Komputer download
Data dan Informasi  download
Analisis SWOT TIK download
Program Pemerinrtah dan Swasta dalam Implementasi TIK untu BK download
Hubungan Komputer dengan TIK download
Sejarah Komputer download
Peran dan Manfaat TIK download

Download MPI Pembelajaran Modern BK

download MPI Pembelajaran Modern BK di sini

Selasa, 30 Desember 2014

Mimpi di Tengah Kegelapan

MIMPI DI TENGAH KEGELAPAN

Aku kini tak tahu aku sekarang dimana
Aku terbang dalam bayang yang tiada
Bagai aku terbang menebus nirwana
Namun hanya gelap terpandang mata

Tuhan, aku tak tahu ku harus bagaimana
Akankah nurani yang hanya menemani
Menemani sepi yang ku rasa begitu nyata
Aku hanya bisa berdiri namun itu hanya sendiri

Mimpiku ini hanya mimpi
Yang tak kan pernah usai
Karena hanya gelap  ku gapai
Hanya membuatku menyesali

Aku ingin pergi dari sini
Tapi semua alam melangku
Tapi aku sudah tak tahan lagi
Aku takut semua ini kau tipu
Aku ingin pergi.....!!!
Dan berteriak semua keluh yang merayu
Merayu ku tuk tetap disini

Tuhan inikah cobaan tuk ku hadapi
Inikah rintangan tuk ku arungi
Inikan halangan tuk ku daki

Tuhan aku akan bangkit kareana MU
Engkau lah b erilah aku kekuatan
Tuk ku tetap berlindung kepada MU
Atas semua hal kegelapan
Tuk ku raih semua cahaya nikmat MU
Agarku bisa nikmati mentari yang terang

Kini ku yakin di ujung kukan temui
Temui cahaya yang ku nanti
Ku tak akan pernah berhenti
Ku akan terus berlari
Dan ku janji tuk dapati mentari
Metari raga cinta yang pasti
Karena cahayanya yang akan menyinari

Aku yakin aku pasti bisa
Meski harus cacat semua raga
Tapi aku percaya cahaya kan bermakna
Dan pasti tak kan buatku kecewa
Karena sukses yang kini dihati bicara
Dan menyala bagai api yang membara.
Kawan lihat aku pasti aku sampai  cahaya.

Karya : AHN

Senin, 29 Desember 2014

GEMILANG DI NON KESEMPURNAAN

GEMILANG DI NON KESEMPURNAAN
Tak ada keluh dan kesah diwajahmu
Tak ada tangis dibenak matamu
Hanya senyum yang menhiasimu
Meski orang banyak meremehkanmu

Kau tak pernah penyerah
Dalam hidup yang amat parah
Kau tetap berjuang penuh gairah
Menatap hari-hari nan cerah

Luka yang ada
 Kini kau rubah dengan cinta
Cinta yang seakan menjadi nyata
Yang membuat alam seakan tertawa

Kau memang laksana bintang yang gemilang
Meski banya halang dan rintang
Kau tak penah merasa dirimu terbuang
Tak kesempurnaan malah menjadi kreasi yang cemerlang

Tetaplah kau teguh dan tegak berdiri
Kita hanya bisa membantumu disini
Untuk lukiskan indah dunia ini
Sehingga kau tak kan merasa sapi


Kami tak kan meninggalkanmu sendiri
Walah kayu alam banyak membanyangi
Namun kau kan tetap dengar alam bernyayi
Bernyanyi indah dan menari

Tetaplah....tetaplah gemilang
Itu kan membuatmu menang
Dalam menghadapi sang karang
Kau kan bagai air yang berenang
Untuk menuju yang kau kenang
Kenangan penuh dengan rasa senang.

Karya ; AHN